Estafet Da’wah
Hujan deras di luar tak terdengar sedikitpun di ruangan ini, di Aula yang terletak di Lantai 3 Gedung
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini, ruangan ini tertutup rapat karena
memang berAC, ruangan yang selalu menjadi sejarah bagi kami untuk memilih para
pemimpin/mas’ul dakwah selanjutnya.
Seorang ketua yang akan
segera turun jabatan itu akhirnya berbicara setelah satu jam tadi bermusyawarah
untuk menentukan siapa mas’ul selanjutnya. “Assalamualaikum warohmatullahi
wabarokatuh.. ikhwah fillah, Perjuangan ini masih panjang, meski kita kadang
telah nampak letih, masa depan masih butuh pengorbanan kita, meski telah banyak
mengorbankan apa yang kita miliki,
seribu uji mari kita hadapi, seribu salah mari kita perbaiki, seribu jalan mari
kita lewati, Alhamdulillah syuro untuk menentukan siapa pengganti ana
selanjutnya sudah usai dan tentunya dengan beberapa pertimbangan dalam
musyawarah dengan menyebut bismillah insya Allah Akhuna…….???!!!” suasana
hening, hanya suara yang berasal dari mesin pendingin ruangan itu yang
terdengar sayup, karena memang sudah lama tidak di service. ketiga para calon mas’ul
yang duduk didepan sana hanya tertunduk resah.
“ Muhammad Hafidz is the next leader” ujar sang ketua yang sebentar
lagi turun jabatan itu dengan suaranya yang lantang.
Suara takbir dari para peserta sidang pun memecah keheningan itu….
Satu demi satu air mata berjatuhan membasahi pipinya, mukanya
memerah, ini pertamakalinya aku melihat
Hafidz sahabatku menangis dengan sesengukan. Mungkin berat baginya untuk mengemban
amanah besar ini, meneruskan estafet kepengurusan selanjutnya. Menjadi mas’ul,
menjadi tauladan bagi sahabat-sahabatnya. Rasanya baru kemarin dia bergabung di
lembaga dakwah ini, tetapi sekarang sudah diamanahi sebagai ketua umum di
lembaga Dakwah ini yang akan membawa arah dakwah kampus selanjutnya.
Terbesit dalam fikirannya, ayahnya yang sedang berbaring sakit dirumah
dan dia harus menggantikan ayahnya bekerja demi menghidupi keluarga, tiga orang
adik yang harus dia asuh. Anak-anak kecil dikampung yang harus ia ajar mengaji.
“Mengapa harus aku? Mungkinkah aku bisa? Sanggupkah aku menjalankan semua ini?”
Pertanyaan-pertanyaan itu terus terngiang dalam benaknya. “ya Allah, berikan aku petunjukmu”. Ujarnya
dalam hati.
MC pun memintanya untuk memberikan sepatah duapatah kata-kata
sambutan dari ketua baru yang telah
terpilih , ketika itu suasana pun menjadi hening. “mau ngomong apa aku? Bahkan
untuk berdiri pun aku sak sanggup, untuk memandang kedepan pun aku tak sanggup”.ungkapnya
dalam hati.
Lima menit berlalu tanpa suara.
Tiba-tiba hanphone nya
pun berbunyi tanda ada sms masuk:
“akhi, Jika da’wah adalah
jalan panjang, maka jangan pernah berhenti temukan penghujungnya. Tapi siapkan
kendaraan untuk percepat sampai pada tujuan . jika da’wah bebanya berat, jangan
minta yang ringan, tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Dan jika
da’wah pendukungnya sedikit, maka jadilah yang sedikit itu karena da’wah butuh
orang-orang pilihan dalam setiap warnanya, semangat akhi, ana yakin antum bisa,
Allah bersam kita”
Alhamdulillah, sms yang datang dari seorang sahabat tadi memberinya
inspirasi, “ya Allah, jika memang ini kehendakmu, aku siap, aku akan berjuang
dijalan ini, untuk menyeru kebaikan demi agamamu, aku selalu yakin intansurullah
yansurukum, wa yusabit akdamakum. akhirnya
dia beranikan diri untuk berdiri, untuk menatap para audience, para pejuang
dakwah yang sedang menunggu ada-aba dari
sang mas’ul barunya, dia pandang satu persatu sahabatnya itu, terlihat dari
sorot mata mereka bahwa mereka siap untuk berjuang mengarungi samudra dakwah
selanjunya bersamanya. Suasana itu membuat Hafidz semakin bersemangat, semakin
yakin bahwa dia mampu.
“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Sejujurnya berat hati ini untuk mengemban amanah yang besar ini,
rasanya belum pantas bagi ana untuk menjadi seorang mas’ul di sini, tapi apa
daya, jika dakwah yang meminta sulit hati ini untuk berkata tidak, ana ucapkan
terimakasih bagi asatidz, alumni, dan antum antuna semua para kader dakwah,
yang telah mempercayai ana untuk menjadi mas’ul di sini, ana mohon dukungan,
bantuan, kerja sama antum antuna semua dalam mengemban amanah ini agar kita
bisa lebih baik kedepanya, sesuai dengan moto kita yaitu menjadi generasi Robbani
yang berahlak Qur’ani, tapi itu semua tidak akan bisa tercapai tanpa bantuan kalian
semua, apalah artinya ana sendiri jika tanapa kalian semua. Jika da’wah adalah
jalan yang panjang, jangan pernah berhenti temukan penghujungnya. Tapi siapkan
kendaraan untuk percepat sampai pada tujuan . jika da’wah bebanya berat, jangan
minta yang ringan, tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Dan jika
da’wah pendukungnya sedikit, jadilah yang sedikit itu karena da’wah butuh
orang-orang pilihan dalam setiap warnanya, mari kita arungi samudra dakwah ini
dengan penuh semangat dan jangan pernah menyerah”
Wassalamualaikum..”
Takbir pun kembali bergemuruh menghidupkan suasana di ruangan itu. Seiring
berjalannya waktu Akhrinya acara pun selesai, teman-temannya menyalaminya,
memberikan semangat, memberikan motivasi. “akhi, antum ga sendiri, insayaAllah
kita berjuang bersama”. “akhi, barokalloh fiik”, “akhi, antum kenapa nangis,
jangan cengeng dong, malu tuh diliatin akhwat.. hehehe, semangat akhi”. Dll....
Tak sampai disitu, sms pun berdatangan satu demi satu memenuhi
memori pesannya, diantara sms yang dia dapat dari sahabatnya:
“Aku bisa menggambarkan karakter seorang mujahid yang telah
menyiapkan perbekalan dan persiapannya yaitu dakwah selalu ada di setiap sudut
jiwanya, memenuhi relung hatinya, ia selalu dalam kondisi berfikir dan sangat perhatian
agar ia dapat berdiri diatas kaki yang selalu siap sedia. Jika diseru ia
menjawab, jika di panggil ia memenuhi panggilannya, langkahnya bicaranya,
ruhnya, kesungguhannya, peranannya selalu dalam lingkup medan dakwah yang ia
prsiapkan dirinya untuk hal tersebut (hasan al bana) barakalloh atas amanah
barunya..
“Dan berjihadlah kamu dijalan Allah dengan jihad yang
sebenar-benarnya, Dia telah memilihmu, dan Ia tidak menjadikan kesukaran
untukmu dalam agama, Allah telah menamakan kamu orang-orang muslim sejak dulu
dan begitu pula dalam Al-Qur’an . Agar Rosul itu menjadi saksi atas dirimu dan
segenap manusia. Maka laksanakan shalat, tunaikan zakat, dan berpegang teguhlah
kepada Allah, Dialah pelindungmu. Dia sebaik-baik pelindung dan penolong”
(Al-Hajj:78), akhi teruslah bergerak, jangan pernah berhenti karena satu duri
menghadangmu, padahal kau telah melewati ratusan duri, maka teruskanlah
perjalanan ini dan persiapkan dirimu untuk menghadapi ribuan duri lain yang
akan menghalangi perjalanamu, yakinlah Allah bersama kita. Semangat akhi, antum
bisa J”
“Barakallah fiik. Congratulation, I am very proud akhi, semoga
kesempatan menjadi ketua bisa semakin dekat dengan Allah, mnambah ilmu,
brtambah bijak. Dan mudah2han semakin dihormati oleh anggota2. Ma’aka najah wa
salamah.”
“Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan
meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan,
duduk dan tidurmu. Bahkan ditengah lelapmu. Isi mimpimu pun tentang dakwah.
Tentang ummat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu, dakwah akan
menyedot saripatih energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel
ditubuhmu. Tapi yakinlah, ada segunung pahala untukmu dan ada sejuta bidadari
menantimu dijannahNya yang kagum, bangga dan mencintaimu. Karena amalmu J maka.. teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu. Teruslah berjalan,
hingga keletihan itu letih bersamamu. Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu
future menyertaimu. Dan tetaplah terjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Tetap semangat akhi. Kita adalah inan pilihan Allah. Selamat berjuang J”
“Gempakanlah tinjumu, ayunkanlah kakimu, pekikanlah takbir.. ALLAH
HUAKBAR.. inilah dakwah dan kau lelah?? Jangan !!! jalan ini butuh orang2 yang
kuat, yang tegar, yang istiqomah, dan yang tak kenal apa itu menyerah..
SEMANGAT..! barakalloh akhi, Allah bersama kita J”
“Untuk engkau wahai pejuang yang memulai harimu dengan ruh yang
hidup untuk berjuang. Tak peduli matamu tengah mengalirkan air mata ataukah
sakit yang tertahan di hati. Untukmu wahai pejuang yang tersenyum atas luka dan
duka. Untukmu wahai saudaraku, surga yang akan kau rasakan nanti setelah kau
coba rasa dunia, percayalah DIA tak akan menghinakanmu dengan ujian ini, tapi
DIA hendak menguji cintamu padanya, jadikan cerita hari ini kisah yang penuh
dengan ghiroh yang menghidupkan jiwa! Semoga menjadi leader yang amanah.
Barakalloh atas amanah barunya. Cumungud… J”
“Assalamualaikum. Ttp istiqomah dan ttp semngat dlm menjalankn
amanah ini. Smoga menjadi mas’ul LDK yg amanah. Barakalloh terpilihnya mas’ul
LDK periode 2012-2013. Pesen dr ana: jagalah hatimu dari kemaksiatan, jagalah
pandanganmu terhadap akhwat yg ada di kelas dan jagalah hijab trhadap akhwat yg
dikelas karena kamu sudah berbeda, sekarang kamu harus mencontohkan kebawahan
yg baik. Oke tetp semangat dan ttp istiqomah. Be your self and positif thinking
to person ok. bro.”qis
“Orang sukses adalah orang yang mau dan bersedia melakukan sesuatu
yang dihindari orang lain karena sulit, ia memecahkan persoalan dan mencari
solusi dan tidak menjadikan situasi yang
tidak mendukung sebagai pembatas, dan ia berani menerobos kesulitan demi
kesulitan dan tidak pernah berhenti mencoba dengan berbagai cara! Ia tidak
menikmati kenyamanan yang diidamkan oarng rata-rata, namui ia dapat memiliki
apa yang orang lain tiak pernah dapat memilikinya. SEMANGAT!!!!! Tujukan akhi,
antum bisa!!! Barokalloh fiik..
“Assalamualaikum..
akh, kita sudah sepakat mau manggil antum “rois” okeh..???:)
afwan terkait
tugas2nya..:-) semoga tidak memberatkan..
Kita dipilih
karena Allah dan orang2 yakin kalau kita pasti bisa J Keep positive thinking.. semua hal bisa kita pelajari..”
“Mentari kejayaan islam masih merindukanmu. Jalan stapak jihad
barisan panjang fiisabilillah masih
memberikan tempat bagimu. Menanti kepalan tanganmu bersama menyertai takbir.
Aroma syurga kian terasa. Kala letih juang di iringi takbir tak terhenti.
Teruslah berjuang, jalan masih terbentang. Barokalloh atas amanah barunya J”
Dll…
akhirnya hari-harinya pun
dilalui dengan kesibukan yang luar biasa padat, walau kadang ditengah-tengah
perjalanan banyak dinamika yang terjadi, banyak kerikil-kerikil yang kadang
membuatnya goyah, banyak duri yang membuatnya perih, tetapi dia tetap berusaha
untuk tetap bertahan di jalan dakwah ini, jalan pewaris para nabi, dia tetap
semangat, tetap “semangat berdakwah karena Allah”, dia tetap berusaha
memaksimalkan amanah-amanahnya, mengatur dan membagi waktu, antara kuliah,
organisai dan bekerja.
Satu tahun pun berlalu,
hingga tiba akhirnya dipenghujung tahun ini untuk suksesi, mempersiapkan kepengursan
selanjutnya, dan mencari Who is the next leader? Sama seperti waktu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar